Artikel ini sengaja kami beri judul seperti itu untuk menarik perhatian anda akan kelompok teroris takfiri terbesar & terbiadab yang belum pernah anda dengar sebelumnya. Ini adalah salah satu dari banyak peristiwa biadab yang paling berhasil disembunyikan kelompok itu sampai saat ini. Kami yakin mayoritas kita tidak pernah tahu atau mendengar peristiwa ini. Sampai sekarang penganut kepercayaan itu masih memiliki kepercayaan seperti itu terhadap mayoritas umat, tapi mereka sangat lihai dan giat menyembunyikan faham takfiri mereka – Sunni Lebih Najis Dari Anjing

Ketika raja pendiri dinasti Syiah Safawiyah, Syah Ismail I berhasil menguasai Baghdad tahun 1508, pembantaian terhadap Sunni terjadi seperti saat invasi tentara Mongol Hulagu Khan beberapa abad sebelumnya. Selain menghancurkan makam raja-raja dinasti Abbasiyah, Syiah juga menghancurkan makam Imam Abu Hanifah. Setelah dinasti Syiah berhasil dipukul mundur Khilafah Usmaniyah Turki yang bermazhab Hanafi, tidak pernah mereka membalas dendam dengan menghancurkan makam para tokoh atau membantai pengikut Syiah di Irak.

Berikut beberapa tulisan yang mengungkapkan kebiadaban dan kedengkian Syiah saat berhasil menaklukkan Baghdad:

Banyak monumen arsitektur Sunni yang dihancurkan. Salah satunya adalah makam pendiri mazhab Hanafi, Abu Hanifah. Makam itu terdiri dari masjid dan madrasah di sampingnya. Masjid dan madrasah di makam Abu Hanifah dibangun oleh Saljuk. Atas perintah Syah Ismail I, masjid dan madrasah itu diratakan dengan tanah. Kemudian mereka membuat lubang di kuburan Abu Hanifah. Mereka mengeluarkan tulang Abu Hanifah dari kubur dan mengubur anjing di dalamnya. Setelah itu, mereka membuat toilet di atas kuburan itu. Di jalan-jalan Baghdad, Kizilbash [tentara Syiah dinasti Safawiyah] mengumumkan siapa yang memakai toilet itu untuk buang hajatnya, dia akan diberikan 25 dinar [1]. Pada saat itu, seorang sastrawan Qummi (syiah dari kota Qum, Iran) ada di sebelah Ismail. Puisi sastrawan ini ditulis di dinding toilet itu. Puisi itu berbunyi:

Syiah menghinakan kuburan Abu Hanifah, di kuburan yang dihinakan Syiah, sujud dilakukan oleh Sunni. Tempat yang dihinakan oleh Syiah, telah menjadi tempat sujudnya Sunni [2]

Referensi:

  1. Alamarayi Safawi hal 477
  2. اسناد و نامه های دوره صفویه، گردآوری ا. ثابتیان، ص 99 (Dokumen dan surat dari masa Safawiyah, dikumpulkan oleh: A. Sabitayn, hal 99)

Beberapa referensi kitab Syiah lainnya:

1. Ayatulaat al-Mar’asyi al-Tustari di kitab “Maso’ib al-Nawasib” (Musibah Para Nasibi)

“…yang dilakukan Sultan Syah Ismail adalah menggali kuburan Abu Hanifah, membakar tulangnya dan menyebar abunya dan membuat lokasi itu rumah najis [toilet]…”

Scan kitab “Maso’ib al-Nawasib” oleh Ayatulaat al-Mar’asyi al-Tustari

masaibalnawasib1

masaibalnawasib2

2. Ayatulaat Yusuf al-Bahrani di kitabnya “al-Kashkul”, bab “Mukjizat Kubur Abu Hanifah”

Tentang karomah yang terlihat dari kuburan 4 imam mereka [mazhab Sunni] , ada banyak dan yang terbesar adalah apa yang terjadi ke kuburan Abu Hanifah. Sultan teragung, Syah Abbas I menaklukkan Baghdad dan memerintahkan kuburan Abu Hanifah diubah menjadi toilet umum. Beliau menyumbangkan 2 keledai dan menempatkannya di pasar sehingga siapa saja yang ingin membuang hajat bisa menaikinya dan buang hajat di kuburan Abu Hanifah. Suatu hari, Syah Abbas memanggil pelayan kuburan Abu Hanifah dan bertanya kepadanya: “Apa yang kamu layani di kuburan ini padahal kenyataannya Abu Hanifah ada di lubang neraka yang paling dalam?” Pelayan itu menjawab: “Ada anjing hitam di kuburan ini, kakekmu Syah Ismail menguburnya di dalam ketika dia menaklukkan Baghdad dan membuang tulang Abu Hanifah dari kuburnya dan menjadikan ini tempat peristirahatan terakhir untuk anjing hitam itu. Benar, saya melayani anjing itu.” Dia benar dengan perkataannya, karena mendiang Syah Ismail memang melakukan itu.

Scan kitab “al-Kashkul” oleh Ayatulaat Yusuf al-Bahrani.

alkashkul1

alkashkul2

3. Ayatulaat Nimatullah al-Jazai’ri di kitabnya al Anwar al Numaniyah juga menulis hal yang sama

Scan Kitab al Anwar al Nu’maniyah oleh Ayatulaat Nimatullah al-Jaza’iri

anwarnumaniyah1

anwarnumaniyah2

Lihat betapa bangganya para ayatulaat Syiah ketika menceritakan peristiwa biadab tersebut dengan memakai kata mukjizat dan karomah. Syiah akan beralasan di tanah suci Madinah dan Mekah juga banyak makam yang dulu dihancurkan lalu diratakan dengan tanah. Betul memang itu pernah terjadi dan banyak ulama Sunni yang tidak setuju dan mengecam hal itu, tapi tidak pernah sekalipun kuburan para sahabat maupun ulama di tanah suci yang jasadnya digali, dihinakan, tulangnya dibakar apalagi sampai diganti dengan anjing lalu dijadikan tempat buang hajat. Itu hanyalah praktek biadab Syiah yang percaya nanti Mahdi mereka juga akan menggali jasad Abu Bakar, Umar, Aisyah RA dll dari kuburnya untuk dihidupkan, dihinakan, dibakar dan disiksa berkali-kali.

Masih percaya Syiah mencintai Sunni dan menganggap kita saudara seiman? Syiah pura-pura mencintai Sunni hanya karena taqiyah dan demi kepentingan politik saja.

[Artikel ini ditulis oleh mantan Syiah etnis Persia yang sekarang tidak hentinya sibuk mengungkap kebencian kaum penghina sahabat itu terhadap Sunni – http://sonsofsunnah.com/]

SHARE & SEBARKAN SEJARAH BIADAB YANG DISEMBUNYIKAN SYIAH INI!!

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Iklan