Syiah sering menyebarkan fitnah bahwa pada saat Rasulullah rasulullah sakit, beberapa sahabat RA, terutama Umar RA pernah mencegah beliau rasulullah untuk menuliskan wasiat yang berisi penunjukkan Ali RA sebagai khalifah. Padahal tidak ada satupun hadis yang menyebutkan Umar RA melakukan hal tersebut, hanya Syiah memelintir dan mengartikannya sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Ada beberapa poin penting yang bisa dipakai untuk membantah Syiah:

1. Tidak ada satupun imam yang meriwayatkan hal ini
Syiah tidak punya hadis sohih yang menceritakan peristiwa ini sehingga mereka mesti bergantung kepada hadis Sunni. Bukankah secara tidak langsung Syiah mengakui imam mereka tidak pernah meriwayatkan kejadian ini?

Atau mungkin imam tidak mengabarkannya karena mereka sendiri tidak menganggap ini sebuah skandal usaha perampasan hak Ali RA?

Kalau memang ini sebuah salah satu bukti keingkaran para sahabat RA, mestinya Imam akan meriwayatkannya sehingga Syiah tidak perlu meminjam hadis Sunni yang justru tidak menceritakan keingkaran atau pengkhianatan sahabat RA.

2. Rasulullah hidup 4 hari setelah kejadian ini

Ini terjadi hari Kamis. Nabi rasulullah wafat hari Senin. Ada 4 hari dimana Nabi rasulullah bisa menuliskannya. Ali RA dan Bani Hasyim lainnya ada di situ dan mereka bisa membaca dan menulis.

Kita tidak temukan satupun riwayat dimana Nabi rasulullah menuliskannya hari Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. Mungkin Nabi rasulullah tidak menganggap itu wajib dituliskan, karena jika memang  diperintahkan oleh Allah SWT, maka Nabi rasulullah wajib melaksanakannya.

Faktanya Nabi rasulullah tidak menuliskannya dan ini sebuah bentuk pembelaan tidak langsung untuk Umar RA dan melawan Syiah yang berkhayal tentang imamah Ali RA. Sangat tidak mungkin Nabi rasulullah bisa dihentikan jika memang itu sangat penting dilakukan dan perintah Allah SWT.

3. Para sahabat RA hanya bertanya dan tidak membuat pernyataan
Di hadis Sunni, sahabat RA hanya bertanya tentang keadaan Nabi rasulullah, tidaklah mereka membuat pernyataan tentang kondisi beliau rasulullah.

4. Mengambil pena dan kertas adalah tugas Ali RA sebagai kerabat, bukan para sahabat
Para sahabat hanyalah tamu, jadi bukan mereka yang seharusnya sigap membawakan pena dan kertas, tapi Ali atau Aqil dan Ahlulbait lainnya. Sangat aneh jika tamu yang mesti mencari pena dan kertas, sementara tuan rumah & keluarganya tidak bergeming dan diam saja.

5. Ibn Abbas RA tidak pernah menuduh Umar RA di hadis itu

Di semua hadis, kita bisa temukan Ibn Abbas RA berkata

فتنازعوا ولا ينبغي عند نبي تنازع

“Orang-orang berbeda pendapat walaupun tidak pantas untuk seperti itu di depan Nabi rasulullah

Jadi beliau tidak pernah menyalahkan Umar RA. Dia mengeluh kegaduhan antara yang ingin itu dituliskan dengan yang tidak ingin itu dituliskan, karena alasan Nabi rasulullah sedang sakit keras.

Kalau Ibn Abbas setuju dengan pendapat Syiah, tentunya beliau akan dengan tegas mengecam Umar RA di hadis itu. Syiah tidak bisa memberikan bukti satupun hadis dimana Ibn Abbas RA menyalahkan Umar RA.

6. Kalau wasiat itu untuk memberitahukan imamah Ali, jadi apa gunanya Ghadir yang menurut Syiah peristiwa besar pengumuman imamah Ali?

Sangat tidak masuk akal sebuah pengumuman tertulis di depan beberapa sahabat RA perlu dilakukan padahal Syiah percaya sudah dilakukan pengumuman di hadapan puluhan ribu sahabat RA. Ataukah karena di Ghadir bukan pengumuman atau pelantikan Ali?

7. Ali RA sepertinya setuju dengan perkataan Umar RA

Jika Ali ingin surat itu ditulis, siapa yang bisa menghentikan beliau mengambil pena & kertas? Beliau adalah anggota keluarga dan tugas beliau untuk melakukannya. Beliau tidak mungkin dihentikan oleh para tamu, karena Bani Hasyim lainnya ada di situ, jadi beliau tidak sendirian. Sangat aneh jika Ali RA yang pernah menolak perintah Nabi rasulullah untuk menghapus tulisan gelar Nabi rasulullah dari kertas perjanjian Hudaybiyah, ternyata tidak mampu menolong Nabi rasulullah menuliskan wasiat penting. Sangat tidak masuk akal.

Itulah beberapa poin yang insyaaAllah bisa saudara-saudara pakai untuk membantah propaganda murahan Syiah tentang hadis tersebut.

Iklan