Taqiyah adalah alasan yang sering dipakai Syiah untuk menjawab perkataan atau perbuatan Imam yang berlawanan dengan kepercayaan Syiah. Seperti biasa, ketika Syiah berusaha menjawab kontradiksi kepercayaan mereka malah akhirnya membantah kepercayaan Syiah yang lain.

Syiah percaya bahwa kita selalu memerlukan imam maksum untuk membimbing, memberi petunjuk soal halal & haram dll. Hanya imam maksum yang tahu kebenaran, bukan sahabat atau orang yang tidak maksum lainnya.

Tapi pada kenyataannya imam maksum pun sering menyesatkan pengikutnya dikarenakan praktek taqiyah. Keadaan menyedihkan itu diabadikan di sebuah hadis Syiah di Usul al-Kafi yang diriwayatkan oleh Zurarah yang Syiah percaya adalah sahabat Imam,

“Zurarah ibn A’ayun berkata: Saya bertanya ke Imam al-Baqir (AS) lalu Imam menjawab, kemudian orang lain datang dan bertanya hal yang sama lalu Imam memberi jawaban yang berbeda, kemudian orang lain datang lagi dan bertanya tentang hal sama lalu Imam juga memberikan jawaban yang berbeda jauh dengan jawabannya kepada kami. Ketika kedua orang itu pergi, saya bertanya ke Imam: “Wahai putra (keturunan) Rasulullah, 2 orang dari Irak dan Syiahmu datang untuk bertanya, tapi engkau memberi mereka jawaban yang berbeda.” Beliau menjawab: “Wahai Zurarah, ini baik untuk kita agar kita bisa tetap aman, karena jika kalian semua sepakat soal ini, maka orang akan percaya dan  mereka akan mengikuti kita, tapi kita tidak akan bertahan lama.”

Jadi imam mengaku sengaja membingungkan & menyesatkan pengikutnya. Apakah berarti salah satu tugas imam Syiah adalah menipu umat?

Di hadis lain yang mirip:

“Musa bin Ashyam, berkata: Saya bersama Abu ‘Abdullah (AS) lalu seseorang bertanya tentang sebuah ayat dari Kitabullah, beliau menjawab kemudian orang lain datang dan bertanya tentang ayat yang sama tapi dia memberikan jawaban berbeda dari orang yang pertama, saya kemudian sangat meragukan beliau – sampai dia berkata – dan ketika saya dalam kondisi ini tiba-tiba seseorang masuk dan bertanya tentang ayat yang sama lalu beliau memberikan jawaban yang berbeda dari saya dan sahabat saya, lalu keraguan saya berkurang dan saya sadar bahwa (jawaban-jawaban) itu adalah Taqiyah”

Imam sengaja memberikan tafsir al-Qur’an salah sehingga membuat sahabatnya ragu akan kebenaran imamahnya. Imam Syiah lagi-lagi menipu dan membuat pengikutnya bingung. Apakah berarti Imam adalah pembimbing sekaligus penipu umat?

Ulama Syiah Yusuf al-Bahrani berusaha memberikan jawaban dalam kitabnya “al-Duraral-Najafiyyah fil-Multaqatat al-Yusufiyyah” jilid 2 hal 300:

Yang masyhur dari sahabat kita – semoga Allah meridhoi mereka, bahwa Taqiyah diriwayat mereka (Imam AS) dikarenakan pendapat `Amah(Sunni), tapi menurut saya ada alasan lainnya. Itu karena mereka (Imam AS) mencoba membuat perbedaan diantara Syiah walaupun tidak ada pendapat yang sama dengan `Amah (Sunni). Dari riwayat-riwayat itu seperti yang diriwayatkan oleh Thiqat al-Islam (al-Kulayni) di al-Kafi, dalam Hadis Muwaththaq dari Zurarah, dari abi Ja`far (AS):

Kemudian dia (al-Bahrani) menjelaskan …

Mungkin maksud rahasia dari taqiyah ini, adalah jika Syiah berbeda pendapat diantara mereka, dan setiap Syiah meriwayatkan hadis dari Imam yang berlawanan dengan hadis yang lain, maka mazhab Syiah akan terlihat bodoh dimata `Amah (Sunni), Sunni akan menuduh Syiah berbohong dan memalsukan riwayat Imam, dan Sunni akan menuduh Syiah jahil dalam agama, dan Syiah dianggap rendah dimata Sunni. Sebaliknya, jika Syiah bersepakat (meriwayatkan hadis yang tidak berlawanan), Syiah akan yakin dengan hadis-hadis itu dan kebencian Sunni akan bertambah kepada Syiah dan Imam dan mazhab Syiah, ini akan menjadi sebab membesarnya kedendaman Sunni

Jadi ulama Syiah ini beralasan bahwa imam memberikan jawaban yang berlawanan supaya pengikutnya terlihat bodoh, dituduh berbohong agar terhindar dari dendam Sunni

Bukankah itu sebuah alasan konyol? Namun benar perkataan ulama Syiah ini, memang kepercayaan Syiah terlihat bodoh dan hanya layak untuk diikuti orang bodoh.

Tidakkah kalian sadar Syiah? Demi membela kepercayaan sesat kalian, pada akhirnya ulama kalian menggambarkan para imam seperti manusia penakut yang sengaja membuat bingung dan menyesatkan pengikutnya.

Iklan