Syiah sering mengutip hadis Sunni untuk mempropagandakan kepercayaan mereka, tapi seperti biasa hadis yang mereka bawakan sebenarnya berlawanan dengan kepercayaan mereka. Syiah tidak sadar karena mereka hanya membeo apa kata ulamanya tanpa berfikir terlebih dahulu. [baca contoh lain tentang Hadis 12 Khalifah]

Di sini kita akan bahas hadis Tsaqalain. Hadis ini banyak dimuat di kitab Sunni & Syiah tapi Syiah menafsirkan maksud hadis ini adalah Rasulullah rasulullah meninggalkan al-Qur’an dan Ahlulbait (hanya 12 imam maksum) untuk kita jadikan pembimbing & pemberi petunjuk.

Sedangkan ulama Sunni menjelaskan bahwa maksud hadis itu adalah:

  1. Kita diperintahkan untuk berpegang teguh kepada al-Qur’an dan
  2. Kita diperingatkan untuk memperhatikan tanggungjawab kita ke Ahlulbaitnya

Syiah tidak pernah mau mengutip isi hadis Tsaqalain yang termuat di di Shahih Muslim secara lengkap karena isinya membantah habis kepercayaan Syiah.

“…Saya meninggalkan 2 hal yang berat kepada kalian: yaitu pertama Kitabullah yang berisi petunjuk dan cahaya, maka dari itu berpegang erat kepada Kitabullah dan ikutilah. Beliau menyuruh (kita) (untuk memegang erat) Kitabullah dan beliau bersabda: Yang kedua adalah Ahlulbaitku, Aku ingatkan kalian (akan kewajibanmu) ke Ahlulbaitku. Dia (Husein bin Sabrah) berkata ke Zaid (bin Arqam): Siapa Ahlulbaitnya? Bukankah istri-istrinya Ahlulbaitnya? Dia (Zaid) berkata: Istri-istrinya adalah Ahlulbaitnya (tapi disini) Ahlulbaitnya adalah mereka yang diharamkan untuk menerima Zakat. Dan dia (Husein) berkata: Siapa mereka? Dia (Zaid) berkata: Ali dan keturunan Ali, Aqil dan keturunan  Aqil dan keturunan Ja’far dan keturunan Abbas. Husein berkata: Mereka semua diharamkan untuk menerima Zakat. Zaid berkata: Ya. [Shahih Muslim Kitab Fadhail Sahabat – Fadhail Ali Hadis No. 4425]

Mari kita ajak penganut Syiah untuk membaca dengan teliti isi hadis itu & berpikir sejenak tentang 3 poin ini.

1. “…Saya meninggalkan 2 hal yang berat kepada kalian: yaitu pertama Kitabullah….”

Tidak sedikit ulama besar Syiah yang percaya al-Qur’an atau Kitabullah yang asli disimpan oleh Imam gaib (tonton videonya disini).

Kalau menurut Syiah al-Qur’an ditinggalkan untuk kita jadikan petunjuk lalu mengapa malah disimpan imam gaib? Apa maksud Rasulullah rasulullah al-Qur’an hanya akan ditinggalkan selama 200 tahun saja lalu disembunyikan 1000 tahun lebih?

2. “…Yang kedua adalah Ahlulbaitku, Aku ingatkan kalian ke Ahlulbaitku…”

Syiah percaya Ahlulbait disini maksudnya 12 Imam maksum yang ditinggalkan untuk umat, tapi kenyataannya imam Syiah yang terakhir gaib.

Kalau memang imam ditinggalkan untuk umat jadikan petunjuk & pembimbing kenapa dia bersembunyi atau disembunyikan selama lebih dari 1000 tahun sampai sekarang? Faktanya Syiah minta petunjuk dari ayatulah yang bukan imam dan tidak maksum.

3.  “…Ali dan keturunan Ali, Aqil dan keturunan  Aqil dan keturunan Ja’far dan keturunan Abbas…”

Syiah percaya Ahlulbait yang dimaksud hanyalah Ali RA, Fatimah RA & 11 imam maksum lainnya.

Tapi di sini dijelaskan oleh sahabat Zaid bin Arqam bahwa keturunan Aqil, Ja’far & Abbas juga termasuk Ahlulbait. Kenapa Syiah membuang dan tidak mengakui mereka? Bukankah Syiah mengklaim cinta Ahlulbait?

Syiah, mengapa kalian begitu mudah ditipu ulama kalian? Tidakkah kalian sadar bahwa hadis Tsaqalain justru membantah kepercayaan Syiah?

Iklan