Sejarah syiah selalu dipenuhi perbedaan pendapat tentang siapa imam penerus yang asli (lihat artikel “Mahdi Syiah banyak”), namun di artikel ini kita fokus ke Syiah yang akhirnya percaya hanya ada 12 imam. Mereka sering membawakan hadis Sunni yang berbicara tentang 12 khalifah dan berkata itu adalah bukti benarnya kepercayaan mereka.

Syiah tidak sadar bahwa hadis itu justru berlawanan dengan kepercayaan Syiah. Salah satu hadis shahih itu:

Jabir bin Samurah berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Islam senantiasa kuat dan berkuasa sampai kedua belas khalifah.” Kemudian beliau mengucapkan kata-kata yang tidak aku fahami, lantas aku bertanya kepada ayahku, “Apa yang dikatakan beliau?” dia menjawab, “Mereka semua dari bangsa Quraisy.” [Shahih Muslim 3395]

Menurut Syiah 12 imam, mereka adalah: Ali, al-Hasan, al-Hussein, Ali bin al-Hussein, Muhammad bin Ali, Ja’afar bin Muhammad, Musa bin Ja’afar, Ali bin Musa, Muhammad bin Ali, Ali bin Muhammad, al-Hasan bin Ali, dan Muhammad bin al-Hasan Al-Askari (Mahdi yang gaib lebih dari 1000 tahun yang lalu).

Mari kita bahas mengapa kepercayaan Syiah berlawanan dengan hadis Sunni itu.

Pertama,

dari 12 imam yang diakui Syiah, dari bukti fakta sejarah hanya 2 orang yang pernah menjadi khalifah memimpin negara Islam, yaitu Ali RA & Hasan RA. Jadi yang 10 lagi tidak pernah menjadi khalifah.

Ali RA menjadi khalifah setelah Abu Bakar RA, Umar RA & Usman RA, sedangkan Hasan RA hanya menjadi khalifah selama 6 bulan lalu menyerahkan kekhalifahan dan berbaiat kepada orang yang Syiah anggap kafir, Mu’awiyah RA.

Apakah bukan suatu bentuk penghinaan untuk seorang pemimpin muslim jika dia membaiat pemimpin kafir? Bahkan Syiah percaya semua imam kecuali Mahdi melakukan hal itu!!!

Abu Said Uqaisa meriwayatkan “Ketika Hasan ibn Ali (AS) berdamai dengan Muawiyah ibn Abi Sufyan, sekelompok orang datang kepadanya dan beberapa mengkritiknya karena melakukan baiat. Imam menjawab: “Celakalah kalian!……Tahukah engkau tidak ada satupun dari kami yang tidak berbaiat kepada tirani pada masanya kecuali Al Qaim yang Ruhullah Isa ibn Maryam akan sholat dibelakangnya. Karena Allah akan menyembunyikan kelahiran & dirinya sehingga dia tidak berbaiat kepada siapapun ketika dia bangkit” [Kitab Ikmal al-Din Sh Saduq – bab “Riwayat dari Hasan ibn Ali Ibn Abi Talib (AS) tentang gaib al Qaim (AS)..” hadis no. 2]

Kedua, misalkan kita mengiyakan tuduhan Syiah bahwa isi hadis yang asli diubah dari kata “imam” menjadi “khalifah”, itu pun tetap bermasalah.

Hadis itu jelas menyebutkan Islam akan kuat & berkuasa di masa ke 12 pemimpin itu. Tapi Syiah sendiri mengakui mayoritas imam mereka tidak pernah ataupun memiliki kekuatan termasuk imam gaib mereka sekarang yang menghilang karena takut dibunuh.

Syiah percaya itu adalah masa penuh tirani dan ketidakadilan yang membuat para imam dan pengikutnya selalu ditindas sehingga perlu bertaqiyah untuk menghindari penindasan ulama & penguasa korup.

Syiah percaya setelah Mahdi bangkit Islam akan kembali kuat & berkuasa setelah masa yang dipenuhi penindasan & ketidakadilan. Mari kita tanya ke Syiah, apakah Islam kuat & berkuasa sekarang?

Jika jawabannya “Tidak”, maka itu berlawanan dengan hadis 12 khulafa yang jelas menyatakan Islam akan kuat & berkuasa di masa kepemimpinan 12 khalifah itu.

Jika jawabannya “Ya”, maka itu juga berlawanan dengan kepercayaan Syiah bahwa dunia dipenuhi penindasan & ketidakadilan sampai munculnya Mahdi. Bagaimana bisa keadaan seperti itu disebut masa Islam kuat & berkuasa? Apalagi dipimpin Mahdi yang di hadis Syiah disebutkan gaib karena takut dibunuh

Zurarah meriwayatkan “Aku mendengar Abu Abdillah (AS) berkata: “Al Qaim AS (Mahdi) akan gaib sebelum dia bangkit”. Saya (zurarah) bertanya:“Kenapa?” Abu Abdillah menjawab: “Dia akan takut”, dan menunjuk ke perut dengan tangannya”, yaitu (dia akan takut) dibunuh. [Usul Kafi karya al-Kulaini – Kitab Al Hujjah – bab “Tentang Al Gaiba” hadis no 5, 9, 18 & 29]

Jadi ketika seorang Syiah mengutip hadis ini, mereka tidak sadar bahwa hadis tersebut justru berlawanan dengan kepercayaan imamah mereka.

Iklan