“Sunni di Indonesia bisa dengan mudah menjadi Syiah, tapi di Iran, jika seorang Syiah menjadi Sunni kemudian aktif berdakwah bisa dirazia, ditangkap, diseret ke pengadilan bahkan dihukum mati oleh rejim Syiah Khameini”

16 Sunni mantan Syiah dari minoritas Arab Ahwazi di Iran ditangkap hari senin lalu (10 Nov 2014) di majelis talim al-Qur’an di distrik Shekara kota Ahwaz, Iran (820 km dari Tehran).

Mereka ditangkap setelah pasukan keamanan Iran merazia rumah salah satu orang tersebut, Mohammad Timas Silawi,  dimana mereka berkumpul untuk belajar Qur’an dan bahasa Arab.

Beberapa aparat dari Kementerian Intelijen dan pasukan keamanan Iran menyerbu rumah itu, ketika wanita dan anak-anak berada di dalam, merusak pintu-pintu dan memecahkan kaca-kaca.

Kerusakan substantial terjadi ketika para aparat menggeledah barang-barang mereka.

Kelompok mantan Syiah itu, termasuk 2 pria berusia senja, dibawa ke pusat tahanan Kementerian Intelijen.

Ke-16 orang itu adalah: Mohammad Tilas Silawi (Abu Nassar), Nassar Mohammad Tilas Silawi (Abu Anas), Gazban Sayahi, Hamid Haidari (Abu Amjad), Aqil Saadi, Sayed Jassem Alboshoka (Abu Farooq), Abu Masud Badawi, Hassan Hazbawi (Abu Ali), Mohammad Saadi, Hachem Nasseri, Ahmad Haidari (Abu Howrah), Hossein Bawi, Abbas Sari, Ahmad Bawi, Amin Saadi (Abu Yousri) dan saudaranya Mohammad Saadi.

Dua tahanan, Amin Saadi dan Abu Mansur Saadi, keduanya pria berusia senja, diinterogasi dan kemudian dibebaskan.

Seperti sebagian besar suku minoritas di Iran, Arab Ahwazi, yang mayoritas tinggal di daerah barat laut Iran, mengalami diskriminasi ekonomi, politik dan budaya dari Pemerintah Iran.

Banyak pria dari minoritas Arab Ahwazi yang ditangkap oleh pasukan keamanan Iran setelah menganut Sunni.

Pemerintah Syiah Iran khawatir dengan perkembangan Sunni di kalangan Arab Ahwazi di daerah mayoritas Syiah Propinsi Khuzestan.

Sedikitnya 10 mantan Syiah ditangkap Juli 2014, 3 ditangkap setelah berdakwah Sunni dan 7 lagi ditangkap setelah mengadakan sholat Tarawih berjamaah pada bulan Ramadan.

Awal tahun ini, 9 pria Sunni ditangkap di Qal’eh Chan’an, Propinsi Khuzestan dengan alasan ‘aktivitas agama’ setelah menjadi dari Syiah menjadi Sunni.

Lebih dari 20 mantan Syiah ditangkap bulan Februari di kelas Qur’an dan bahasa Arab di Koye Alawi (distrik Hay al-Thawra) di kota Ahwaz. Sejak itu banyak lagi mantan Syiah lainnya yang ditangkap di daerah tersebut.

Iklan