“Di al-Quds, bangsa Palestina dipersulit mendapatkan izin membangun oleh Israel, sehingga akhirnya mereka terpaksa membangun rumah tanpa izin yang lalu bisa digusur/dihancurkan kapan saja dengan alasan bangunan liar. Situasi mirip dialami Sunni yang dipersulit mendapatkan izin membangun rumah ibadah di daerah mayoritas Syiah yang akhirnya bisa disegel/ditutup dengan alasan tempat ibadah liar tanpa izin”

Masjid Rizvanshahr, sebuah masjid Sunni di Talesh, Propinsi Gilan (425 km dari Tehran) ditutup pasukan keamanan Iran pada tanggal 19 Mei 2014.

Menurut laporan Human Rights Activists News Agency (HRANA), masjid itu ditutup paksa karena pemerintah tidak memberikan izin masjid Sunni dibangun di daerah itu.

Warga lokal pernah mencoba mengurus masjid yang sudah dibuka selama 6 tahun, dengan memakai izin tempat tinggal (bukan izin rumah ibadah), sebelum akhirnya disegel oleh pasukan keamanan.

Ada banyak pembatasan urusan ibadah Sunni di negara Syiah Iran. Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan pernyataan November 2013, mendorong Iran untuk mencabut pembatasan ibadah Sunni, setelah insiden Sunni di Tehran dicegah  pasukan keamanan melaksanakan sholat Ied.

Pernyataan HRW berbunyi “sejak berdirinya Republik Islam tahun 1979, pemerintah menolak izin Sunni di Tehran untuk membangun dan mengelola masjid Sunni, menurut para aktivis Sunni.”

Banyak masjid Sunni di Iran yang ditutup oleh aparat. Contoh terakhir pada Oktober 2013, sebuah masjid Sunni ditutup dan Imamnya diancam di kota Alek, Propinsi Kurdistan. Aparat keamanan juga menyegel 2 lokasi sholat Jumat Sunni di Mahabad, barat laut Iran, pada November 2013.

[Catatan: Ketika Syiah ditanya mengapa tidak ada masjid Sunni di ibukota Iran, Tehran, mereka biasanya memperlihatkan alamat dan foto beberapa “masjid” Sunni di kota itu. Padahal itu hanya rumah pribadi atau sewaan yang dijadikan tempat sholat atau dikenal dengan nama “namaz khaneh”, sedangkan masjid Sunni resmi lengkap dengan izin rumah ibadah tidak diizinkan untuk dibangun di Tehran oleh Rejim Syiah Khameini. Itulah “Persatuan” Sunni-Syiah ala raja Taqiyah, Khameini]

Baca – Sunni dilarang sholat Jumat di Tehran Utara

Iklan