“Syiah sangat mudah berdakwah, mendirikan sekolah, organisasi & menyebarkan kepercayaan mereka dengan bebas di antara Sunni Indonesia, tapi untuk Sunni di Iran, berdakwah di daerah mayoritas Syiah bisa berakibat fatal”

Pada tanggal 27 Desember 2012, 6 pendakwah muda Sunni dieksekusi di penjara Ghezel Hesar dekat Tehran.

Mereka ditangkap tahun 2009 sebelum divonis hukuman mati oleh Cabang 28 Pengadilan Revolusi Tehran, bersama dengan 4 Sunni lainnya, dengan dakwaan ‘Moharabeh [permusuhan terhadap Tuhan] dengan aksi melawan keamanan nasional’.

Sesi pengadilan hanya berlangsung beberapa menit dan terdakwa tidak diberi kesempatan membela diri. Hakim Syiah, Mohammad Moghisseh, bersama 2 anggota ulama Syiah, berkata kotor dan menghina terdakwa dan kepercayaan Sunni.

Tuduhan terhadap terdakwa adalah tuduhan palsu. Pemerintah Iran sering memakai dakwaan ‘Moharabeh‘ terhadap para pendakwah Sunni, terutama mereka yang mengkritik pemerintah, sebagai usaha pembenaran penahanan dan hukuman mati mereka.

6 Dai Sunni Dihukum Mati

[Baris atas, dari kiri ke kanan]

  1. Asghar Rahimi – Dia hafal 25 Juz dan seorang penuntut ilmu dien. Dikenal seorang yang suka membantu dan bisa diandalkan.
  2. Mohammad Zaher Bahmani – Hafiz Qur’an dan seorang penuntut ilmu dien. Seorang yang pengasih, baik hati dan senang membantu, suka bersedekah ke orang miskin.
  3. Kayvan Zand Karimi – Hafal 8 Juz. Dikenal sosok periang dan penuh humor. Dia selalu membuat orang di sekitarnya gembira.

[Baris bawah, dari kiri ke kanan]

  1. Hoshyar Mohammadi – Hafal 22 Juz dan seorang penuntut ilmu dien. Dikenal dengan karakter baik dan santun.
  2. Behnam Rahimi – hafal 10 Juz. Tenang dan terkenal sangat baik ke sesama saudaranya.
  3. Bahram Ahmadi – Masih remaja. Hafal 5 Juz. Populer dan suka berkelakar dan penuh senyum.

Para tahanan di Penjara Rajai Shahr menyelundupkan surat berikut ini untuk memperingati 2 tahun eksekusi ke 6 tahanan diatas

“Bismillah ArRahman ArRahim

Dua tahun berlalu sejak eksekusi 6 tahanan Sunni dilaksanakan di penjara Ghezel Hesar.

Enam pemuda, yang “kesalahannya” tidak lain hanya percaya Tauhid, mendakwahkan kepercayaan mereka, membela kaum Sunni tertindas dan membela kepercayaan Sunni dari penghinaan.

Eksekusi rahasia dan tuduhan palsu, rejim ini mengira bahwa semua akan selesai dengan dihukum matinya para pemuda tercinta ini – yang merupakan lambang akhlak dan moral tinggi, yang bahkan sipir penjara mengakui mereka belum pernah bertemu manusia sedemikian mulia, tenang dan alim.

Mereka (rejim Syiah Iran) lupa bahwa eksekusi seperti ini terhadap golongan Sunni tertindas, yang biasanya tersembunyi dari pandangan komunitas internasional, (hanya) akan membuat mereka lebih terlihat.

Ini adalah tahun kedua sejak syahidnya keenam pemuda itu, namun ibu mereka masih menderita, karena keluarganya tidak diizinkan bertemu sebelum eksekusi. Mereka bahkan tidak diizinkan menelepon keluarganya. Mereka (rejim Iran) tidak menyerahkan mayatnya ke keluarganya dan anehnya dikubur dengan tangan terborgol di Taman Sakineh di Karaj, tanpa nama dan alamat, bahkan tidak mengizinkan ibu-ibunya menemui mereka untuk mengucapkan salam perpisahan.

Siapa yang bertanggungjawab atas semua penindasan dan kesalahan ini? Rejim Iran.

Apa kesalahan yang dilakukan anak-anak Asghar Rahimi, sehingga mesti hidup tanpa seorang bapak? Ruwayda dan Rayan, yang tidak bisa (lagi) bertemu bapaknya. Dan seperti mereka ada ribuan lagi, yang cerita mereka tidak pernah disinggung, karena kejahatan apa istri-istri mereka menjadi janda?

Hanya karena konspirasi rejim untuk mengintimidasi pemuda Sunni dan dendam lama terhadap perkembangan intelektual dan oposisi Sunni, mereka ingin mengosongkan negara dari pemuda Sunni dengan membunuh mereka.

Sepanjang sejarah, rejim tirani selalu menggunakan eksekusi, penjara dan penyiksaan untuk melawan kelompok yang mencari kebebasan dan keadilan, yang pada akhirnya hanya mengakibatkan kekalahan tirani itu. Kalau mereka memotong batang pohon, maka apa yang bisa mereka lakukan terhadap akar di dalam tanah?

Kami, tahanan Kurdi Sunni di penjara Rajai Shahr, mengingat para syuhada yang menghabiskan hidup mereka dalam ketaatan dan pengorbanan, dan kami bersimpati kepada keluarga mereka, yang kesyahidannya memberikan suara untuk kaum tertindas.

Dan kami berdoa kepada Tuhan Semesta Alam untuk menaikkan derajat keluarga mereka dan memberikan mereka kesabaran.

[Para tahanan Kurdi Sunni di penjara Rajai Shahr, Karaj – Iran]

Iklan