Syiah punya kebiasaan membandingkan 2 hal yang sekilas terlihat mirip, tapi ternyata jauh berbeda.

Contohnya:

  • Hasan RA berdamai dengan Muawiyah RA disamakan dengan perjanjian Hudaybiyah Rasulullah rasulullah dengan Musyrikin Quraisy. Padahal kita tahu bahwa Rasulullah rasulullah TIDAK PERNAH SEKALIPUN membaiat Musyrikin Quraisy, sedangkan Hasan RA membaiat Muawiyah RA yang menurut syiah adalah kafir. Sebuah penghinaan besar terhadap Hasan RA.

  • Hadis 12 khulafa menurut Syiah adalah bukti adanya imamah 12 imam Syiah. Namun hanya 2 orang yang pernah menjadi Khalifa, yang lainnya tidak pernah berkuasa seumur hidup mereka. (Baca artikel Hadis 12 Khulafa)
  • Istri Rasulullah rasulullah ingkar seperti halnya istri Nabi Lut (AS). Syiah lupa bahwa istri Nabi Lut (AS) diazab Allah & dipisahkan dari suaminya, sedangkan Aisyah/Hafsah RA tetap bersama Rasulullah rasulullah & TIDAK PERNAH diceraikan. Syiah sering mengutip surat At-Tahrim (setengah-setengah tentunya), padahal setelah mereka menyadari kesalahan mereka, Allah SWT berfirman tidak ada istri-istri yang lebih baik dari mereka di Surat yang sama.
  • dan masih banyak perbandingan yang tidak sama lainnya. Ahlussunnah hanya perlu banyak belajar untuk bisa mudah melihat qiyas batil yang dipaksakan Syiah itu.

Menurut Syiah diangkatnya Nabi Isa (AS) sama dengan gaibnya Mahdi Syiah. Sebelum saya menulis lebih lanjut, perlu diketahui perbedaan mendasar antara Mahdi Sunni dengan Mahdi Syiah. Sunni percaya Mahdi belum lahir & tidak gaib. Sunni percaya nama Mahdi sama seperti bapak Rasulullah rasulullah, yaitu Abdullah. Jadi nama lengkap Mahdi menurut Sunni adalah Muhammad bin Abdullah, bukan Muhammad bin Hasan seperti kepercayaan Syiah. Bahkan pengikut imam Syiah ke-11 pun berselisih soal apakah dia punya anak atau tidak (Baca artikelnya Perselisihan Pengikut Imam Syiah ke-11)

Kembali ke perbandingan tidak tepat antara Mahdi Syiah dengan Nabi Isa (AS). Perbedaan mendasar antara Nabi Isa AS & sosok Mahdi Syiah adalah:

  1. Nubuwwah & kewajiban Nabi Isa (AS) untuk menyampaikan ajaran Islam sudah selesai, sedangkan Syiah percaya Mahdi ada untuk memimpin umat & menjaga ajaran Islam sampai detik ini. Apa nabi Isa (AS) masih memiliki kewajiban & tugas memimpin & membimbing umat sekarang? Tidak.
  2. Syiah percaya Mahdi diberi kewajiban oleh Allah untuk memimpin umat, tapi Mahdi menghilang 1100 tahun lebih. Apa pernah Nabi Isa (AS) menghilang sebelum menjalankan tugas & kewajiban Nubuwwahnya? Tidak.
  3. Kelahiran Nabi Isa AS sudah termuat di al-Qur’an dan jelas, sedangan kelahiran Mahdi Syiah tidak jelas, bahkan ditolak kebenarannya oleh saudara kandung imam ke-11. Identitas ibunya pun tidak jelas, ada ulama Syiah yang berkata ibunya bernama Sawsan, Narjis, Saqil, Khamat, Hakima dll. Mayoritas para pengikut imam ke-11 pun tidak percaya dia punya anak (baca – “Perselisihan Pengikut Imam ke-11“)

Bahkan imam maksum Syiah sendiri menjelaskan sebab Mahdi gaib adalah karena takut dibunuh. Apa Nabi Isa AS pernah lari sebelum bertemu musuh? Tidak.

Hadis Syiah yang menjelaskan Mahdi gaib karena takut dibunuh:

Zurarah meriwayatkan “aku mendengar Abu Abdillah (AS) berkata:”Al Qaim (AS) akan gaib sebelum dia bangkit“. Saya (zurarah) bertanya:”Kenapa?” Abu Abdillah menjawab: “Dia akan takut“, dan menunjuk ke perut dengan tangannya”, yaitu (dia akan takut) dibunuh.

[Usul Kafi Kitab Al Hujjah – bab “Tentang Al Gaiba” hadis no 5, 9, 18 & 29][^1]

Yunus Ibn Abdul Rahman berkata “Saya mendatangi Musa bin Ja’far (as) dan bertanya, Wahai putra Rasulullah, apakah engkau Qaim bil Haq? Dia menjawab: Saya Qaim bil Haq, tetapi Qaim yang akan membersihkan dunia dari musuh Allah & memenuhinya dengan keadilan seperti sebelumnya dipenuhi ketidakadilan adalah keturunan kelima dari anakku. Dia akan gaib yang lamanya dikarenakan takut akan jiwanya…”

[Kitab Al Ghayba Al Majlisi – bab “Riwayat Imam Al Kazim tentang Qaim” hadis no.6]2

Jadi sebuah celaan jika Nabi Isa (AS) yang kewajiban nubuwwahnya sudah beliau jalankan sepenuhnya & selesai hampir 2000 tahun lalu disamakan dengan Mahdi Syiah yang kewajibannya dia tinggalkan 1100 tahun lebih, menghilang hanya karena takut dibunuh.

Yang jadi pertanyakan kenapa hanya Mahdi yg takut dibunuh? Bukankah Syiah berkata semua Imam ditindas & dibunuh penguasa? Kenapa imam yang lain tidak juga gaib? Kenapa Mahdi masih takut dibunuh sampai 1100 tahun lebih, padahal ratusan ribu tentara Syiah Iran siap melindungi dia?

Salah seorang ulama besar Syiah yang bernama Syaikh Mufid berusaha menjawab pertanyaan itu, tapi pada akhirnya dia malah menghina Husein RA (baca “Karbala, Perjuangan Husein Melawan Perintah Allah?” )

Mahdi Syiah bukan hanya meninggalkan 1 kewajiban, tapi 2 kewajiban sekaligus, kewajiban memimpin negara (politik) & memimpin umat (agama).

Selain itu banyak lagi argumen Syiah seperti:

  • Membandingkan Mahdi gaib dengan Ashabul Kahfi. Kapan ashabul kahfi diwajibkan menjadi pemimpin umat? Atau juga dengan nabi Khidr AS. Apa Nubuwwahnya juga masih berlaku sampai sekarang setelah berakhirnya Nubuwwah Rasulullah rasulullah?
  • Ada juga Syiah yang berargumen bahwa Rasulullah rasulullah juga hijrah ke Madinah karena takut. Syiah tidak sadar bahwa beliau tinggal selama 13 tahun di Mekkah, dihina, dicaci, dianiaya, diboikot dll, tapi tidak pernah sekalipun beliau lari. Beliau diminta hijrah oleh penduduk Madinah & dibay’at mereka. Kalau memang hijrah karena takut, kenapa baru setelah 13 tahun? Mau disamakan dengan si penakut Mahdi Syiah?
  • Adalagi yang bertanya kenapa Nabi Isa (AS) nanti bermakmum di belakang Mahdi. Jawabannya sederhana, karena Nubuwwah Nabi Isa (AS) sudah berakhir & beliau bukanlah imam umat muhammad rasulullah, tapi diutus hanya untuk Bani Israil. Imam umat Muhammad rasulullah pada saat itu adalah Mahdi yang sekarang belum lahir. Mahdi menjadi imam bukan karena sunni percaya Mahdi lebih tinggi derajatnya dari Nabi Isa (AS). Tidak seperti ulama syiah yang percaya para imam lebih tinggi dari Nabi, kecuali Rasulullah rasulullah (Video “Imam Syiah Lebih Baik Daripada Nabi“)

Kalau Syiah berkata Nabi Isa (AS) menjadi makmun adalah bukti Mahdi lebih tinggi derajatnya, mestinya Syiah bertanya mengapa para ayatulah yang sekarang menjadi imam Syiah? Apa itu juga bukti ayatulah lebih tinggi daripada Mahdi? Syiah selalu pada akhirnya terjebak argumen sendiri.

Beginilah rata-rata Syiah membuat perbandingan. Terlihat mirip, tapi kalau kita mau teliti & berfikir sejenak, ternyata sangat lemah perbandingan & argumen mereka.

Ketika syiah tidak mampu menjawab mengapa imam Syiah meninggalkan kewajiban untuk menjadi pemimpin negara Islam, muncul alasan baru yaitu adanya khalifah ilahiah & khalifah administratif, seolah-olah ada khalifa simbolis & ada khalifa praktikal. Padahal tidak ada ulama besar Syiah yang membuat perbedaan kategori seperti itu. Tugas praktikal adalah bagian dari khilafah, tidaklah seseorang disebut khalifah tanpa pernah menjalankan tugas memimpin negara. Ibarat seorang Muslim yang diwajibkan sholat tapi tidak pernah sholat, tentunya tidak bisa disebut sudah melaksanakan tugas & kewajibannya.

Mengapa saya membandingkannya dengan sholat? Karena imamah adalah usuluddin syiah yang membuat sholat kita tidak sah jika tidak percaya imamah imam maksum. (Lihat contoh di klip ini – “Khamenei Setuju Sholat Sunni Tidak Sah“)

Bahkan semua amal ibadah Sunni tidak akan diterima (Lihat klip ini – “Amal Ibadah Sunni Ditolak Allah SWT“)

Imam tugasnya membimbing umat, menjalankan & menjelaskan syariat Nabi saw, sunnah maupun wajib, tapi kenyataannya Mahdi syiah yang KATANYA sudah lahir justru meninggalkan tugas yang KATANYA diembankan Allah HANYA kepadanya.

Kenapa sekarang malah Wali Faqih yang menjalankan kewajiban untuk memimpin negara? Kenapa ayatulah Syiah yang menjalankan kewajiban menjadi pembimbing agama?

Sayangnya syiah sering emosi & asumsi jelek terhadap sahabat sehingga tidak memakai akal & sadar kontradiksi jelas antara kepercayaan batil mereka dengan kenyataan yang terjadi sekarang. Bayangkan kalau sahabat tidak menjalankan kewajiban dari Allah & RasulNya, pastilah syiah sudah habis-habisan mengecam mereka tanpa ampun.

Syiah pada kenyataannya sekarang, mau ngga mau mengikuti contoh sahabat (ra). Mereka bermusyawarah untuk memilih pemimpin & menjadikan orang tidak maksum sebagai pembimbing umat karena Mahdi mereka tidak menjalankan kewajibannya sejak 1100 yang lalu.

Sangat tidak pantas orang yang meninggalkan kewajibannya & kabur karena takut dibunuh, dibandingkan dengan Nabi Isa as.

Teori syiah terlihat hebat & kokoh, tapi sayang tidak ada satupun imam Syiah yang menjalankan kewajiban mereka sepenuhnya sepanjang hidupnya & Mahdi malah meninggalkan kedua kewajibannya itu.

Alhamdulillah Ahlussunnah tidak akan mengikuti imam yang meninggalkan kewajiban yang Allah berikan. Sunni percaya tokoh fiktif itu tidak ada, karena tidak akan Ahlulbait (ra) meninggalkan sesuatu yang dipercaya kewajiban mereka walaupun hanya sedetik saja.

REFERENSI:

1. Usul Al Kafi – Syaikh Kulayni (Abu Ja’far Muhammad ibn Yaqub Al Kulayni – wafat 941M di Baghdad, Irak) – Percetakan Al Fajr, Beirut – Libanon

2. Kitab Al Ghayba (dari Bihar Al Anwar) – Allama Al Majlisi (Muhammad Baqir Al Majlisi – wafat 1698M di Isfahan, Iran) – Percetakan Al Ansariyan, Al Qum – Iran

Iklan