Faisal Qasimoleh Dr. Faisal al-Qassim[1] – Artikel asli ditulis 28 Sep 2014 [2]

Banyak sentimen berkembang di dunia Muslim dan Arab pada khususnya, bahwa yang paling dijadikan target operasi internasional memerangi apa yang disebut terorisme adalah Sunni, dan tidak selain mereka. Dan yang menambah sentimen ini dan mengkonfirmasi apa yang ditakuti oleh Sunni bisa ditemukan di New York Times yang diterbitkan beberapa hari lalu dengan halaman utama berjudul tulisan besar: “The U.S. and its Allies Strike Sunni Militants in Syria” (AS dan Sekutunya Menyerang Militan Sunni di Suriah)

Ibarat militan Syiah yang sudah menyebabkan kekacauan, kehancuran, kejahatan dan pembantaian di Suriah dan Irak tidak lain hanyalah anak domba yang lucu. Tidaklah mereka (militan syiah) disinggung sama sekali di media barat, seolah-olah mereka (militan syiah) sepenuhnya dikecualikan dari keputusan internasional terakhir di Dewan Keamanan PBB untuk memerangi terorisme dan menghambat pergerakan militan di daerah konflik di Timur Tengah!

NY Teroris Sunni
AS dan sekutunya menyerang militan sunni di Suriah

Tidak apa-apa, biarkan dunia bersiap melawan ISIS dan rekan-rekannya yang dianggap teroris oleh dunia. Tidak apa-apa, biarkan Amerika dan sekutunya membasmi semua teroris dari seluruh dunia. Sambut semua yang membebaskan dunia dari terorisme dan teroris. Itulah yang dirasakan oleh Arab dan Sunni, terutama karena merekalah yang paling merasakan akibat terorisme dan operasi internasional yang menjadikannya sasaran.

Tapi pada saat yang sama mereka (Sunni) bertanya-tanya: Mengapa operasi internasional ini hanya terbatas untuk satu tipe atau bagian dari Muslim? Mengapa operasi itu mengabaikan satu aktor terorisme yang aktif, yang beroperasi di Suriah dan Irak, yaitu elemen (militan) Syiah yang mengerikan? Apakah Amerika lupa bahwa Menteri Dalam Negeri Irak yang Syiah, suka menggunakan mesin bor listrik untuk membor kepala tahanan Sunni yang berada di penjara-penjara Irak? Apakah Amerika tidak tahu bahwa mayoritas tahanan penjara di Irak adalah Sunni? Apakah mereka tidak tahu bahwa Sunni adalah korban sektarianisme terbesar? Tidakkah Amerika bergerak untuk mendongkel bekas perdana menteri Irak, Nuri al-Maliki dari kekuasaannya dikarenakan dia memerintah dengan cara teroris-sektarian dan bertanggungjawab akan munculnya ISIS di Irak yang merupakan reaksi dari terorisme kotornya terhadap Sunni di negara itu? Tidakkah Washington mengakui bahwa Sunni Irak menderita, dan terus mengalami penderitaan dari terorisme (militan) syiah yang paling buruk, lebih dari satu dekade?

Mengapa ISIS dan grup rekan-rekannya dianggap teroris ketika memerangi rejim Bashar al-Assad dan Irak, sementara itu grup militan Syiah yang berperang membantu rejim Irak dan al-Assad tidak dianggap organisasi teroris oleh AS dan dunia? Tidakkah AS melihat tindakan militan Syiah asal Irak, Yaman, Libanon, Pakistan dan Afghanistan yang berperang bersama tentara Suriah? Tidakkah mereka menyaksikan apa yang terjadi di Yabrud dibawah pimpinan Haidar al-Jabouri, pemimpin militan Syiah kriminal Zulfiqar [3]?

Perbedaannya antara grup Sunni dan Syiah, adalah ISIS memperlihatkan perbuatan mereka ke media, sedangkan grup teroris Syiah mempraktekkan taqiyah mereka bahkan dalam aksi terorismenya, maksudnya mereka menutup-nutupi aksi-aksi mereka, dan menghindarinya dari terlihat dunia. Namun sangat mudah untuk mengenali aksi-aksinya melalui mereka yang pernah jadi korban terorisme Syiah di Suriah dan Irak. Soal ini sangat mudah dan sederhana.

Orang takjub dengan sarkasme:

Apakah grup teroris Sunni lulus dari Universitas di Tora Bora dan Kandahar, sedangkan teroris Syiah lulus dari Harvard, Sorbonne, dan Oxford, misalnya, dan menikmati musik Tchaikovsky, Bach, dan Chopin? Tidakkah (teroris Syiah) melakukan Takfir yang lebih buruk dari (teroris) Sunni? Tidakkah bahkan Syiah ini melakukan Takfir ke mereka yang tidak percaya Wilayat-al Faqih?

Tidaklah heran ketika Sunni memenuhi jaringan sosial dengan pertanyaan seperti: Kenapa tidak ada Syiah yang ditahan di Guantanamo Bay? Mengapa Barat tidak memasukkan grup Syiah ke dalam daftar (grup) teroris? Mengapa pesawat tempur Amerika membom Ansar al-Sharia, tetapi tidak membom (Syiah) Huthi, walaupun kedua organisasi itu ada di Yaman? Mengapa Perancis bersikeras untuk mencegah Hizbullah dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris? Mengapa Barat tidak membolehkan segala bentuk pemerintahan Sunni melalui pembentukan negara dari Afghanistan ke Somalia ke Mali dan Yaman, dll … Tapi sebaliknya, AS membolehkan Syiah Iran untuk menjadi superpower di Teluk (red: Persia & bahkan membantu terbentuknya rejim Syiah Irak yang pro Iran dll)? Mengapa Syiah dibolehkan menyebar ke Afrika sementara organisasi sosial Sunni diganjal?

Apa perbedaan antara jenggot Syiah dan jenggot Sunni?!

Apakah Bashar al-Assad dan majikannya, Iran yang melakukan kejahatan yang belum pernah terjadi di sejarah modern pantas dan bisa diterima, tapi apa yang dilakukan oleh sebagian organisasi ekstrimis Sunni luar biasa (tidak bisa diterima)? Apakah pengrusakan sebuah negara (Suriah) dan pindahnya setengah populasinya hanya dikarenakan sebab sektarianisme bagus, tapi pembunuhan seorang jurnalis oleh ekstrimis (Sunni)  adalah perbuatan barbar?

Pertanyaan yang lebih penting, diarahkan kepada negara Arab Sunni, yang sedang bersiap untuk menghadapi grup ekstrimis Sunni bersama Amerika: Apa sikap kalian terhadap terorisme Syiah? Mengapa kalian tidak menekan Amerika untuk melawannya bukan sebaliknya malah mengikuti Amerika membabi-buta dalam menghadapi apa yang disebut terorisme Sunni? Mengapa negara-negara Arab Sunni sibuk untuk menghadapi Sunni Abu Bakr al-Baghdadi, tetapi diam saja tentang Abdul-Malik al-Huthi yang dari Syiah, dan yang sedang memimpin proyek sektarian rasis di Yaman, dan yang menjalar ke Sanaa seperti halnya al-Baghdadi menjalar ke Mosul?

Apakah negara-negara Sunni ini beroperasi dengan prinsip: “Seribu Rafidi (lebih baik) daripada seorang Muslim Ikhwani“, seperti yang disindir orang-orang di situs jaringan sosial?

Kenapa negara-negara Arab Sunni memasukkan grup teroris Sunni dalam daftar terorisme, tapi mengabaikan grup Syiah? Apakah mereka, saya bertanya-tanya, melihat terorisme Sunni terlarang, tapi terorisme Syiah diperbolehkan?

Dan akhirnya: Saya bukan seorang Sunni ataupun seorang Syiah, tapi saya menganggap sangat penting untuk menyambung titik-titik ini, bukan karena untuk berpihak atau membela yang satu atas yang lain, tapi untuk memperjelas kebenaran dan memperjelas kenyataan.

_______________________________________________________________

[1] artikel asli bahasa arab – http://www.al-sharq.com/news/details/274940#.VCgJzWeSx8H

[2] Dr. Faisal Al-Qassim (فيصل القاسم ) adalah seorang jurnalis TV terkenal yang memandu acara debat langsung di saluran Al Jazira. Dia lulus tahun 1983 dari Universitas Damaskus dengan gelar Sastra Inggris kemudian mendapatkan gelar PhD dari Universitas Hull pada tahun 1990. Dia terkenal dengan gaya provokatifnya dan dianggap memiliki andil besar atas reputasi Al Jazira di dunia Arab [referensi]

[3] Bahaa, Jafra “Milisi Syiah Membantai di Nabek….memerkosa, membunuh dan membakar

Video kekejaman Syiah terhadap Sunni:
Iklan