Pemerintah, aparat keamanan dan intelijen negara kita menjelaskan bahwa usaha keras mereka dalam mengawasi kelompok militan ekstrimis adalah demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa

Tapi….

Mengapa dari semua kelompok yang memiliki ciri-ciri militansi tinggi, hanya syiah yang dibiarkan bebas masuk ke berbagai ormas, partai politik bahkan sampai ke lingkungan kekuasaan? Apa sebabnya?

Sebab utamanya adalah dibandingkan dengan kelompok militan lainnya yang selalu menyatakan tujuan mereka secara terbuka ke publik umum, para ulama, pemimpin & aktivis syiah memiliki doktrin taqiyah (berdusta dibolehkan setiap saat dalam segala situasi) yang sangat ampuh digunakan untuk mengelabui banyak orang bahkan dari kalangan mereka sendiri. Kemasan cantik dengan mencatut nama ahlulbait berhasil menutupi ajaran busuk dan tujuan utama politik mereka, yaitu mengambil alih kekuasaan di manapun mereka berada. Pada intinya kepercayaan dasar mereka selalu berkaitan dengan kekuasaan dan kepemimpinan politik, tentunya dikemas dengan dalih cinta Ahlulbait (ra).

Berikut adalah beberapa contoh masa kini dimana pergerakan syiah sangat berpengaruh atau berhasil mengambil alih kekuasaan:

  • di Libanon, Syiah memiliki komando perang tersendiri, Hizbullah, yang menyaingi kekuatan angkatan bersenjata Libanon dengan alasan untuk membela Palestina & Libanon, padahal terbukti mereka justru menolong diktator syiah Bashar yang membantai rakyatnya, termasuk membantai para pengungsi asal Palestina yang tinggal di Suriah.
  • di Irak, mereka berhasil menguasai pemerintahan, kepolisian, angkatan bersenjata berkat bantuan Amerika. Banyak milisi syiah, terutama Brigade Badar yang dibentuk tahun 1982 di Iran membantai sunni tanpa ampun
  • di Suriah, Syiah yang juga minoritas berkuasa dan kita tahu seperti apa kejamnya milisi Sabiha & milisi Hizbullah dukungan Iran dalam membantai Sunni,
  • di Yaman, kaum syiah hutiyun yang juga didukung Iran berperang melawan pemerintah mereka, bahkan bulan ini sudah mendekati & membom ibukota San’a. **** Update 22/09/2014 militan syiah huthiyun dukungan Iran menyerang dan membom San’a, ibukota Yaman serta berhasil menduduki gedung pemerintahan, Stasiun TV & Radio negara. Ahlussunnah Indonesia mau sampai kapan tertidur & membiarkan musuh dalam selimut ini?

Dari contoh konflik sunni syiah di Timur Tengah itu, kita bisa memaklumi mengapa Habib Ahmad Zein Al Kaff menyatakan gerakan syiah jauh lebih berbahaya bagi persatuan dan keamanan Indonesia daripada ISIS.

Video kekejaman Syiah:
Iklan